Showing posts with label smpn 1 ngajum. Show all posts
Showing posts with label smpn 1 ngajum. Show all posts

Thursday, 13 March 2014

Kota Malang

Kota Malang, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, terletak 90 km sebelah selatan Kota Surabaya, dan wilayahnya dikelilingi oleh Kabupaten Malang. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya, dan dikenal dengan julukan kota pelajar.
Gedung Balaikota Malang dilihat dari Alun-alun bundar
Wilayah cekungan Malang telah ada sejak masa purbakala menjadi kawasan pemukiman. Banyaknya sungai yang mengalir di sekitar tempat ini membuatnya cocok sebagai kawasan pemukiman. Wilayah Dinoyo dan Tlogomas diketahui merupakan kawasan pemukiman prasejarah.[1] Selanjutnya, berbagai prasasti (misalnya Prasasti Dinoyo), bangunan percandian dan arca-arca, bekas-bekas fondasi batu bata, bekas saluran drainase, serta berbagai gerabah ditemukan dari periode akhir Kerajaan Kanjuruhan (abad ke-8 dan ke-9) juga ditemukan di tempat yang berdekatan.[1][2]
Nama "Malang" sampai saat ini masih diteliti asal-usulnya oleh para ahli sejarah. Para ahli sejarah masih terus menggali sumber-sumber untuk memperoleh jawaban yang tepat atas asal usul nama "Malang". Sampai saat ini telah diperoleh beberapa hipotesa mengenai asal usul nama Malang tersebut.
Malangkuçeçwara (baca: Malangkusheswara) yang tertulis di dalam lambang kota itu, menurut salah satu hipotesa merupakan nama sebuah bangunan suci. Nama bangunan suci itu sendiri diketemukan dalam dua prasasti Raja Balitung dari Jawa Tengah yakni prasasti Mantyasih tahun 907, dan prasasti 908 yakni diketemukan di satu tempat antara Surabaya-Malang. Namun demikian dimana letak sesungguhnya bangunan suci Malangkuçeçwara itu, para ahli sejarah masih belum memperoleh kesepakatan. Satu pihak menduga letak bangunan suci itu adalah di daerah gunung Buring, satu pegunungan yang membujur di sebelah timur kota Malang dimana terdapat salah satu puncak gunung yang bernama Malang. Pembuktian atas kebenaran dugaan ini masih terus dilakukan karena ternyata, disebelah barat kota Malang juga terdapat sebuah gunung yang bernama Malang.
Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, satu tempat di sebelah utara kota Malang. Sampai saat ini di daerah tersebut masih terdapat sebuah desa yang bernama Malangsuka, yang oleh sebagian ahli sejarah, diduga berasal dari kata Malankuca yang diucapkan terbalik. Pendapat di atas juga dikuatkan oleh banyaknya bangunan-bangunan purbakala yang berserakan di daerah tersebut, seperti Candi Jago dan Candi Kidal, yang keduanya merupakan peninggalan zaman Kerajaan Singasari.
Dari kedua hipotesa tersebut di atas masih juga belum dapat dipastikan manakah kiranya yang terdahulu dikenal dengan nama Malang yang berasal dari nama bangunan suci Malangkuçeçwara itu. Apakah daerah di sekitar Malang sekarang, ataukah kedua gunung yang bernama Malang di sekitar daerah itu. Sebuah prasasti tembaga yang ditemukan akhir tahun 1974 di perkebunan Bantaran, Wlingi, sebelah barat daya Malang, dalam satu bagiannya tertulis sebagai berikut : “………… taning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I ………”. Arti dari kalimat tersebut di atas adalah : “ …….. di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu ………” Dari bunyi prasasti itu ternyata Malang merupakan satu tempat di sebelah timur dari tempat-tempat yang tersebut dalam prasasti itu. Dari prasasti inilah diperoleh satu bukti bahwa pemakaian nama Malang telah ada paling tidak sejak abad 12 Masehi.
Nama Malangkuçeçwara terdiri atas 3 kata, yakni mala yang berarti kecurangan, kepalsuan, dan kebatilan; angkuça (baca: angkusha) yang berarti menghancurkan atau membinasakan; dan Içwara (baca: ishwara) yang berarti "Tuhan". Sehingga, Malangkuçeçwara berarti "Tuhan telah menghancurkan kebatilan".
Hipotesa-hipotesa terdahulu, barangkali berbeda dengan satu pendapat yang menduga bahwa nama Malang berasal dari kata “Membantah” atau “Menghalang-halangi” (dalam bahasa Jawa berarti Malang). Alkisah Sunan Mataram yang ingin meluaskan pengaruhnya ke Jawa Timur telah mencoba untuk menduduki daerah Malang. Penduduk daerah itu melakukan perlawanan perang yang hebat. Karena itu Sunan Mataram menganggap bahwa rakyat daerah itu menghalang-halangi, membantah atau malang atas maksud Sunan Mataram. Sejak itu pula daerah tersebut bernama Malang.
Timbulnya Kerajaan Kanjuruhan tersebut, oleh para ahli sejarah dipandang sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang.
malang
Setelah kerajaan Kanjuruhan, di masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah. Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.
Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya ''Ijen Boullevard'' dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.
Pada masa penjajahan kolonial Hindia Belanda, daerah Malang dijadikan wilayah "Gemente" (Kota). Sebelum tahun 1964, dalam lambang kota Malang terdapat tulisan ; “Malang namaku, maju tujuanku” terjemahan dari “Malang nominor, sursum moveor”. Ketika kota ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi : “Malangkuçeçwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkuçeçwara.
Kota malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai di operasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.
Tahun 1767 Kompeni Hindia Belanda memasuki Kota
Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas
Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat Kota di dirikan dan Kota didirikan alun-alun di bangun.
1 April 1914 Malang di tetapkan sebagai Kotapraja
8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
21 September 1945 Malang masuk Wilayah Republik Indonesia
22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda
2 Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
1 Januari 2001, menjadi Pemerintah Kota Malang.

Monday, 10 March 2014

Jadwal Kegiatan UN 2013/2014

SMPN 1 NGAJUM

Jadwal Kegiatan SMPN 1 NGAJUM
NO
WAKTU
JENIS KEGIATAN
PELAKSANA
1
Pengesahan Nominasi UN 2014
Bidang Sekmen
2
Sosialisasi UN 
3
17-20 Peb. 2014
Try Out UN I dari MKKS
MKKS
4
10-15 Maret 2014
Ujian Praktik 
Panitia Ujian
5
18 Maret 2014
Merekap Hasil Ujian praktek
Panitia Ujian
6
17-20 Maret 2014
Try Out UN II dari MKKS
MKKS
7
24-29 Maret 2014
Ujian Sekolah (Teori) :
Panitia Ujian
Susulan : 31 Maret-
Hari Senin  : Bin,   PA

5 April '14
Hari Selasa : Mat, Seni

Hari Rabu  :  Big,  PKn

Hari Kamis : IPA, Bader

Hari Jumat  : IPS, Penjaskes

Hari Sabtu : TIK, Mulok 

8
31 Maret 2014
Koreksi hasil Usek 
Panitia Ujian
9
31 Maret 2014
TO Kejujuran
Radar Malang
10
3-5 April 2014
Pengolahan Nilai NS di Sekolah
Panitia Ujian
11
7-8 April 2014
Verivikasi NS di sekolah
Panitia Ujian
12
9 April 2014
Pengiriman NS dari sekolah ke SR
Panitia Ujian
13
10-12 April 2014
Verivikasi NS di Sub Rayon
Panitia SR
14
14 April 2014
Pengiriman NS dari SR ke Rayon
Panitia SR
15
15-17 April 2014
Verivikasi NS di Rayon/Sekmen
Bidang Sekmen
16
21 April 2014
Pengiriman NS ke Dinas propinsi
Bidang Sekmen
17
5 - 8 Mei 2014
Ujian Nasional :
Panitia Ujian
  1. Bahasa Indonesia (Senin)

  2. Matematika   (Selasa)

  2. Bs.Inggris     (Rabu)

  3. IPA          ( Kamis)
18
12-16 Mei 2014
Ujian Susulan
19
13 Juni 2014
Pengesahan Pelulusan
Kepala Sekolah
20
14 Juni 2014
Pengumuman Pelulusan
Kepala Sekolah
21
2 - 7 Juni 2014
Ulangan Kenaikan Kelas 7 dan 8
Panitia UKK
22
21 Juni 2014
Kenaikan kelas
Wali Kelas
23
28 Juni 2014
Distribusi SKHU oleh Propinsi

Jadwal Kegiatan UN 2013/2014
sumber : www.smpn1ngajum.sch.id/

Tuesday, 4 March 2014

Asah Kecerdasan Anak dengan Huruf Hijaiyah

radar malang
MALANG KOTA – Mengasah kecerdasan anak bisa dilakukan dengan banya cara. Salah satunya dengan lomba menata huruf hijaiyah seperti yang digelar di SD Insan Amanah kemarin. Anak-anak yang masih duduk di bangku TK itu dengan penuh semangat mengikuti lomba menata huruf hijaiyah.

Sebanyak 101 anak dari berbagai TK di Kota Malang berpartisipasi dalam lomba tersebut. Menariknya, meskipun hanya menata huruf, banyak siswa TK yang kebingungan. Selain huruf hijaiyah yang jumlahnya mencapai 30 huruf, panitia memberi waktu hanya tiga menit untuk menyelesaikan penyusunan huruf terebut.

Salah satu siswa yang tampak kebingungan itu kemarin adalah Fidha Faiq, siswi TK Cahaya Hati yang baru berumur lima tahun itu sering salah menyusun huruf hijaiyah yang dia ambil di dalam kotak.

Meskipun pengamatan koran ini, Fidha sering salah, setelah lomba, bocah murah senyum ini menolak kalau dirinya disebut banyak salah dalam menyusun huruf hijaiyah.”Tidak kata siapa banyak salah, tadi bener semua gitu,” kata Fidha lantas tersenyum.

Lancarnya penyusunan huruf hijaiyah itu menurut Fidha karena dirinya sudah banyak belajar dengan sang ibu. Meskipun baru lomba pertama kalinya yang pernah dia ikuti, Fidha mengaku senang dengan lomba tersebut. ”Sebelumnya sudah belajar, baguslah saya jadi bisa mikir,” imbuhnya.

Fifin Istiqomah, 40, ketua panitia acara tersebut mangatakan, tujuan utama adanya lomba menata huruf hijaiyah bertujuan untuk mengasah kecerdan anak. ”Dengan begini anak-anak kan jadi mikir, dan menghibur juga,” kata perempuan yang juga guru di SD Insan Amanah itu.

Selain lomba menata huruf hijaiyah, SD Insan Amanah juga menyelenggarakan 14 lomba lain yang diikuti 800 peserta dari berbagai TK di Kota Malang. Lomba-lomba itu di antaranya futsal anak-anak, lomba pidato, lomba menata buah, sampai lomba hafalan surat-surat pendek.”Ini juga untuk mengenalkan kepada anak-anak TK tentang sekolah kita,” pungkasnya.
sumber : radarmalang

Monday, 24 February 2014

Daftar GPAI PNS dan Non PNS

Daftar GPAI PNS dan Non PNS

embed daftar gpai kab. malang :

<iframe src="https://docs.google.com/file/d/0B0reWTZ6e-fVaVRuUEFSREM4c1U/preview" width="500" height="450"></iframe>

jika dipasang di HTML hasilnya seperti di bawah ini :


Unduh  format Excel Di Sini



Wednesday, 19 February 2014

RPP BHS Inggris SMP Kls. 7 Kurikulum 2013

RPP PKN SMP Kls. 7 Kurikulum 2013

Silabus SMP Kurikulum 2013

Thursday, 30 January 2014

Soal Latihan Ketrampilan Kelas 7

Satelit NASA Bisa Mengetahui Kebakaran Hutan Los Angeles

kebakaran hutan
Los Angeles – Citra satelit menunjukkan bagaimana api dengan cepat membakar hutan di Glendora, Los Angeles, AS.  Meskipun Colby Fire –sebutan dakar setempat untuk api yang bergerak cepat menjalar ke hutan, mulai mengecil , tapi kabut yang ditimbulkan mulai bertiup ke arah kota sehari setelah peristiwa itu terjadi.

Gambar diambil dengan Moderate Resolution Imaging Spectroradiometers yang terdapat di Satelit Terra dan Aqua NASA. Dikutip Live Science, NASA Earth Observatory menunjukkan bagaimana api menyebar dengan begitu cepat.

Api telah membakar sekitar 1700 hektar lahan hutan dan menghancurkan setidaknya 5 rumah. Akibatnya, sebanyak 3.700 warga diungsikan. Tiga orang, termasuk dua petugas damkar, dilaporkan terluka.

Kebakaran ini terjadi pada Kamis, 16 Januari 2014, sekitar pukul 05.40 waktu setempat. Api ditimbulkan dari api unggun yang dinyalakan oleh tiga orang pemuda yang berkemah di sana. Ketiganya langsung menyerahkan diri kepada polisi dan dikenakan sejumlah denda.

Friday, 24 May 2013

Studio fm 102,3mhz

studio

Ini Studio untuk Radio milik SMP Negeri 1 Ngajum... 
biarpun Studionya kecil tapi sudah bisa digunakan untuk menyebarkan berita secara luas...dan dapat digunakan sebagai media belajar siswa.


sumber : www.smpn1ngajum.sch.id/